Sepedaku

Belum genap setahun sepeda ini aku pakai buat pergi-pulang dari pabrik. Tapi, ia sudah berhasil mencederaiku.



Source: pixabay.com

Tak bisa kubayangkan jika bukan gundukan pasir yang berada di depanku tadi. Sesuatu yang lebih berbahaya akan terjadi padaku. Aku terjungkal dari sepeda, setelah menabrak gundukan pasir. Saddle yang kududuki berhasil memukul pinggangku dari belakang.

Ada yang tak biasa, selepas pulang bekerja shift malam pagi tadi. Sedikit yang kusesalkan, kenapa harus naik sepeda? Kenapa tidak naik bus jemputan saja? Jika saja, aku lekas naik bus. Pasti kejadian ini tidak aku alami sendiri.



Sepeda itu kubeli tahun lalu, Februari akhir. Aku tergiur dengan harga murah yang ditawarkan, kurang dari rp 900ribu. Sepeda itu sudah bisa kubawa pulang. Selepas Isya’, setelah selesai mengaji di masjid Miftahul Huda, aku dan Zakka langsung menuju ke toko sepeda.

Related Posts:

Belum ada tanggapan untuk "Sepedaku"

Post a Comment

Yuk, kasih komentar kalian di sini!